• Contact
  • Login
Upgrade
Teras Media Jambi - Navigasi Berita Jambi
  • Daerah
    • Tanjab Barat
    • Tanjab Timur
    • Sarolangun
    • Batanghari
    • Bungo
    • Kerinci
    • Merangin
    • Provinsi Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tebo
  • Olahraga
  • Politik
No Result
View All Result
  • Daerah
    • Tanjab Barat
    • Tanjab Timur
    • Sarolangun
    • Batanghari
    • Bungo
    • Kerinci
    • Merangin
    • Provinsi Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tebo
  • Olahraga
  • Politik
No Result
View All Result
Teras Media Jambi - Navigasi Berita Jambi
No Result
View All Result
Home Daerah Provinsi Jambi

Memilih Untuk Menjawab Kekerasan dengan Intelektualitas, HMI Jambi Menyerukan Kesabaran dan Kedewasaan Pasca Insiden PBAK UIN STS

terasmediajambi by terasmediajambi
30 Agustus 2025
in Provinsi Jambi
0
499
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TERASMEDIAJAMBI.COM, JAMBI – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi seharusnya menjadi pesta akademik, sebuah ruang pengantar mahasiswa baru ke dunia ilmu, etika, dan intelektual. Tetapi, apa yang terjadi? Alih-alih memberi teladan, kegiatan itu justru ternodai dengan keributan, pengeroyokan, hingga penodaan simbol organisasi mahasiswa Islam.

Penulis bukan hanya menulis sebagai mahasiswa biasa, penulis merupakan salah satu kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, yang hatinya terbakar namun akalnya menolak tunduk pada emosi. “Insiden di PBAK ini membuat saya merenung: seberapa jauh kampus Universitas Islam Negeri sudah menyimpang dari jati dirinya sebagai kampus Islami? Bagaimana bisa institusi yang membawa nama besar Islam justru memproduksi tontonan premanisme di hadapan mahasiswa baru?”

Penulis melihat dengan getir bagaimana bendera HMI simbol perjuangan yang telah mengakar puluhan tahun dalam sejarah bangsa dilecehkan. Itu bukan sekadar selembar kain. Itu adalah warisan ideologi, darah, dan keringat generasi sebelumnya. Ketika simbol itu diinjak, maka sesungguhnya oknum itu sedang menginjak sejarah, menginjak martabat, dan menginjak harga diri kader-kader HMI yang masih bernafas hari ini.

Apakah kita sebagai kader HmI tidak marah? Tentu kita marah. Tetapi marah bukan berarti kehilangan kendali. Justru di situlah tantangannya, apakah kita mau terperosok dalam lubang yang sama, atau kita berdiri lebih tinggi, menunjukkan bahwa kita berbeda dari segelintir oknum organisatoris tersebut yang tidak tahu nilai-nilai moral dan etika, hanya tahu menggunakan otot?

Penulis ingin mengajukan pertanyaan yang penting, namun sebelumnya maaf jika terlalu terkesan menyakitkan. “UIN STS Jambi ini sebenarnya kampus atau gelanggang preman? Bagaimana mungkin sebuah acara akademik bisa berubah menjadi ajang pengeroyokan? Bagaimana bisa kampus diam seolah-olah tak terjadi apa-apa? Saya merasa miris. Kampus yang seharusnya jadi rumah ilmu berubah jadi arena pertarungan. Mahasiswa baru yang mestinya dikenalkan pada keilmuan justru diperlihatkan tontonan kekerasan. Bukankah ini pengkhianatan terhadap semangat akademik?”

Mari kita bicara jujur. Insiden ini adalah tindak pidana. Ada pengeroyokan, ada penganiayaan. KUHP tidak buta, Aparat tidak boleh tuli. Ini bukan hanya sekadar “gesekan antar mahasiswa”, tapi sebuah kejahatan yang harus diproses. Penulis menegaskan, jalan yang diambil kader HMI bukan balas dendam. Jalan kita adalah hukum. Kita harus dorong kepolisian, kader-kader HMI harus mengawal kinerja aparat, agar kasus ini ditangani sampai tuntas. Jika aparat lamban, jika hukum hanya jadi formalitas, maka bukan hanya HMI yang dirugikan, tetapi seluruh iklim akademik Jambi yang tercoreng.

Jika hukum tumpul, maka mahasiswa akan kehilangan kepercayaan. Dan ketika kepercayaan hilang, jalanan akan kembali jadi arena pertarungan. Itulah yang Penulis khawatirkan. Karena itu, hukum harus jadi panglima, bukan dendam yang membara.

Kekerasan yang terjadi di PBAK UIN STS Jambi adalah bukti nyata bahwa ada yang gagal memahami arti intelektualisme. Apa yang bisa diwariskan dari sebuah pengeroyokan? Hanya kebodohan. Apa yang bisa dipelajari dari menghina simbol organisasi? Hanya kebencian. “Saya katakan dengan keras: bahwa premanisme adalah kebodohan yang dipelihara. Mereka yang mengandalkan otot tanpa otak sesungguhnya sedang memperlihatkan kekosongan. Mereka bisa memukul, bisa menginjak, bisa berteriak, tapi tidak bisa berpikir.”

Kader HMI tidak boleh terjebak dalam jebakan kebodohan ini. Kita ditempa untuk menjadi insan cita, bukan insan preman. Penulis tahu, saat ini banyak kader HMI yang sedang marah. Emosi menggelegak, amarah menuntut balas. Tetapi Penulis memohon dengan segenap hati, jangan sampai kita balas dengan cara yang sama. Kita bukan mereka. Kader-kader HMI bukan preman.

Mari kita tunjukkan perbedaan. Biarkan mereka berteriak, biarkan mereka menghina, biarkan mereka merusak. Kita akan menjawab dengan laporan resmi, dengan konferensi pers, dengan diskusi publik, dengan langkah-langkah hukum yang sah. Itulah cara kita menjaga marwah. Kita harus tunjukkan kepada mahasiswa, masyarakat, dan khususnya mereka yang tidak tahu bahwa HMI itu bukan organisasi yang sesat atau organisasi sembarangan. HMI adalah rumah intelektual, kader HMI lahir dari gagasan, HMI tumbuh dengan akal sehat.

Kampus tidak boleh berdiam diri. Rektor, Dekan, dan seluruh stakeholder di UIN STS Jambi jangan pura-pura buta. Jangan hanya pandai berbicara di podium, tetapi diam ketika ada mahasiswa yang sudah dipukul dan dikeroyok, jika kampus gagal mengambil sikap, maka kampus tersebut sedang membunuh moralitas, dan merusak integritasnya sendiri. Kampus tersebut akan dikenal bukan sebagai pusat ilmu, melainkan sebagai pusat arogansi. Kampus tanpa etika adalah bangunan kosong. Rektor tanpa keberanian adalah boneka seremonial.

Sebagai kader HMI dan mahasiswa, Penulis menyampaikan jalan yang harus ditempuh yaitu menuntut pihak kampus mendorong proses hukum secepat mungkin, jika aparat lambat, kita punya hak moral untuk menuntut. Kita bisa menggelar aksi damai, bukan untuk keributan, tapi untuk mengingatkan bahwa hukum harus tegak. Kemudian kader HMI harus menjaga identitasnya sebagai insan intelektual, jangan mau ditarik masuk ke kubangan kekerasan. Balasan terbaik untuk kebodohan adalah gagasan. Dan bagian terpentingnya adalah Pejabat kampus harus hadir, bukan menghilang, Pimpinan kampus harus berani membuat pernyataan tegas, memberi sanksi, dan menjamin keamanan mahasiswa. Jika tidak, mereka gagal menjalankan mandat moral dan akademik.

HMI tidak boleh kalah oleh emosi. Kita harus menang dengan gagasan. Kita harus menang dengan hukum. Kita harus menang dengan akhlak. Keadilan bukan soal siapa yang punya tangan paling keras, tapi siapa yang punya hati paling teguh.

 

Penulis: Vadel Muhammad Pajri (Kader HMI Cabang Jambi)

Previous Post

Bupati Monadi Hadiri Penghijauan di Tanjung Pauh Mudik, Kukuhkan Forum Pemuda Peduli Lingkungan

Next Post

Pesan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Jelang Aksi Demonstrasi Cipayung Plus dan BEM: Jaga Kedamaian, Sampaikan Aspirasi dengan Bermartabat

terasmediajambi

terasmediajambi

Related Posts

Komisi I DPRD Pelajari Cara Negara Hadir dalam Keterbukaan Informasi
Provinsi Jambi

Komisi I DPRD Pelajari Cara Negara Hadir dalam Keterbukaan Informasi

by terasmediajambi
31 Januari 2026
Komisi I DPRD Jambi ke KPID DKI: Pengawasan Penyiaran Tak Bisa Lagi Sekadar Reaktif
Provinsi Jambi

Komisi I DPRD Jambi ke KPID DKI: Pengawasan Penyiaran Tak Bisa Lagi Sekadar Reaktif

by terasmediajambi
31 Januari 2026
Minta Kemendagri Selesaikan Batas Wilayah Tanjabbar dan Tanjabtim, Pansus PI DPRD Provinsi Jambi Konsultasi Ke Kemendagri
Provinsi Jambi

Minta Kemendagri Selesaikan Batas Wilayah Tanjabbar dan Tanjabtim, Pansus PI DPRD Provinsi Jambi Konsultasi Ke Kemendagri

by terasmediajambi
31 Januari 2026
Musyawarah komisariat KAMMI Sulthan Thaha UNJA Tetapkan Dobel Pernandes sebagai Ketua Umum
Provinsi Jambi

Musyawarah komisariat KAMMI Sulthan Thaha UNJA Tetapkan Dobel Pernandes sebagai Ketua Umum

by terasmediajambi
8 Desember 2025
HMI Cabang Jambi Bersinar: Metamorfosis Menuju Organisasi Mahasiswa Islam Terdepan di Bumi Melayu Jambi
Provinsi Jambi

HMI Cabang Jambi Bersinar: Metamorfosis Menuju Organisasi Mahasiswa Islam Terdepan di Bumi Melayu Jambi

by terasmediajambi
5 Desember 2025
Next Post
Pesan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Jelang Aksi Demonstrasi Cipayung Plus dan BEM: Jaga Kedamaian, Sampaikan Aspirasi dengan Bermartabat

Pesan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Jelang Aksi Demonstrasi Cipayung Plus dan BEM: Jaga Kedamaian, Sampaikan Aspirasi dengan Bermartabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Premium Content

Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Canangkan Desa Sanggaran Agung

Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Canangkan Desa Sanggaran Agung

6 Maret 2025

DPRD Provinsi Jambi Minta Bappenas Segera Bangun Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ujung Jabung

14 Juni 2024

Ketua DPRD M.Hafiz Minta Polairud Polda Jambi Proses Pengusaha Pemilik Tongkang

18 November 2024

Browse by Category

  • Daerah
  • DPRD Provinsi Jambi
  • Kerinci
  • Nasional
  • Provinsi Jambi
  • Sarolangun
  • Sungai Penuh
  • Tak Berkategori
  • Tanjab Barat
Teras Media Jambi – Navigasi Berita Jambi

Teras Media Jambi - Navigasi Berita Jambi

Categories

  • Daerah
  • DPRD Provinsi Jambi
  • Kerinci
  • Nasional
  • Provinsi Jambi
  • Sarolangun
  • Sungai Penuh
  • Tak Berkategori
  • Tanjab Barat

Recent Posts

  • Komisi I DPRD Pelajari Cara Negara Hadir dalam Keterbukaan Informasi
  • Komisi I DPRD Jambi ke KPID DKI: Pengawasan Penyiaran Tak Bisa Lagi Sekadar Reaktif
  • Minta Kemendagri Selesaikan Batas Wilayah Tanjabbar dan Tanjabtim, Pansus PI DPRD Provinsi Jambi Konsultasi Ke Kemendagri

© 2024 terasmediajambi.com - Teras Media Jambi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Contact Us

© 2024 terasmediajambi.com - Teras Media Jambi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In